“Ketika waktu pagi tiba, janganlah menunggu sampai sore. Hiduplah dalam batasan hari ini. Kerahkan seluruh semangat yang ada untuk menjadi lebih baik di hari ini.” (Dr. Aidh al Qarni)
Posted by : Arief Trisno Rabu, 24 April 2013


Jika masalah kita belum selesai, tandanya Allah masih sayang sama kita. Siapa ingin punya anak, siapa yang belum kerja ingin kerja, siapa yang ingin punya jodoh, gampang! Yang penting, kata Allah, ingat kita punya dosa.

Jadi, Allah siapkan dulu diri kita. Kata Allah, utang mah, gampang! Siapa yang ingin punya anak, gampang kata Allah! Siapa yang belum kerja ingin kerja, gampang kata Allah! Siapa ...yang ingin punya jodoh, gampang kata Allah! Yang penting, kata Allah, kita harus ingat dulu. Apa yang diingat? Ingat sama dosa-dosa kita. Sebab, barangkali, kita punya masalah belum selesai, lantaran kita punya dosa juga belum selesai kita minta ampun sama Allah.

Jadi yang pertama sebenarnya, kalau kita lagi punya masalah, jangan cari solusi terlebih dahulu. Solusi adalah nomor 17. Nomor satu yang kita cari adalah ampunan Allah terlebih dahulu. Kalau Allah sudah mengampuni kita, insya Allah, semua urusan masalah kita beres.

Innamã amruhu, izã 'arōda syai'an 'ayyaqū la lahu, Kuñ fayakuunn...

Kalau Allah sudah bilang "KUN", maka "FAYAKUUN"-Nya lah yang akan terjadi.

Semoga Allah mengampuni kita, merahmati dan meridhoi langkah kita. Mudah-mudahan kehendak Allah, sama seperti apa yang kita kehendaki. Aamiinn...

Ketika saya memperkenalkan kepada diri saya bahwa shalat dhuha itu hutang, hutang kita kepada Allah. Hutang kesehatan, hutang kenikmatan, hutang rizki, maka setiap sendi dan ruas pun harus kita bayar. Kata Allah, "cukup shalat dhuha dua rakaat saja, maka hutang kalian lunas!" Saya pun jujur, menghitung kelalaian diri ini. Dan ternyata saya menemukan betapa lalainya saya dalam urusan ibadah yang satu ini. Juga ibadah-ibadah yang lain, baik yang sunnah, juga yang wajib.

Ah, pantas saja manusia sekarang penyakitan, gampang kena masalah, rentan kena bala. Kewajibannya sama Allah kerap dientengin. Dan saya menemukan bahwa saya sendiri juga kerap ngentengin ibadah-ibadah. Masya Allah.

Pernahkah kita berpikir, rizki mau nambah, tapi ibadah gak mau nambah. Keruan dah nambah mah susah, nah yang minimal saja ternyata tidak kita kerjakan. Sebelum dapet kerja, shalat Dhuha 2 rakaat, masa setelah dapet kerja, tetep 2 rakaat? Apalagi yang sebelumnya dapet kerja enggak dhuha, masa setelah dapet kerja tetap juga gak dhuha? Apa gak malu? Kita bisa kuat karena Allah. Kita bisa berjaya karena Allah. Maka undanglah Allah disetiap kesempatan kita, waktu kita, untuk beribadah kepada Allah. Mintalah kepada Allah, dan lakukanlah ikhtiar kita dengan cara-cara Allah. Mudahan-mudahan rizki kita, kesehatan kita, umur kita, karier, usaha dan jabatan kita, akan menjadi berkah adanya. InsyaAllah. Aamiinn...

Kehidupan ini milik-Nya, dan Dia Mahatahu Segalanya. Dia tidak perlu bertanya kepada kita, apa keluhan kita, apa kebutuhan kita. Dia hanya perlu permohonan dari kita, dan Dia hanya perlu kita mendekati-Nya seraya memperbaiki sikap dan sifat keseharian kita. Sehebat apapun dokter yang dikunjungi, sehebat apapun reputasi rumah sakit yang didatangi, kalau Allah tidak memberikan ridha-Nya bagi upaya kita mencari kesembuhan, tetap kesembuhan itu tidak kita dapatkan. Sehebat apapun pangkat dan jabatan kita, bila kita bermasalah, dimana kita mendatanginya untuk meminta bantuan, tapi Dia tidak berkehendak, maka sedikitpun kemudharatan tidak akan berkurang. Dia-lah Allah.

Sehebat apapun kita mencari rezeki, sepintar apapun kita mengupayakan atas sesuatu hal, semuanya ada dalam genggaman-Nya. Di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu. Dia-lah Allah. Di tangan-Nya segala kehendak terjadi. Dan Dia-lah Allah, pemilik segala kejadian masa depan dan penguasa yang sebenarnya terhadap segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi; termasuk seluruh manusia, tanpa terkecuali permasalahan yang dimilikinya. Intinya, kenali Dia, dekati Dia, dan jangan lupakan Dia.
Innamã amruhu, izã 'arōda syai'an 'ayyaqū la lahu, Kuñ fayakuunn...

Kalau Allah sudah bilang "KUN", maka "FAYAKUUN"-Nya lah yang akan terjadi.

Semoga Allah mengampuni kita, merahmati dan meridhoi langkah kita. Mudah-mudahan kehendak Allah, sama seperti apa yang kita kehendaki. Aamiinn...

Carilah dulu Allah dan bergantunglah kepada-Nya. Dia tidak akan membuat kita hina dengan permintaan kita, bahkan ketika kita memintanya berkali-kali dan dengan tingkat kesalahan yanh menggunung. Dia tidak akan membuat kita hina, bahkan ketika kita datang dalam keadaan berlumur dosa. Allah juga tidak akan mengecewakan kita, kendati kita berkali-kali mengecewakan-Nya.

Kalau pun akan meminta bantuan kepada manusia, apalagi memang manusia pasti butuh keberadaan manusia yang lain, jangan sampai membuat kita merendahkan diri kita dan mengabaikan Allah. Dan lagi, jangan pernah Allah dibandingkan dengan manusia, dan dengan benda-benda bumi lainnya. Tidak akan ada yang sebanding, baik kekuasaan-Nya maupun sifat kasih sayang dan kepedulian-Nya terhadap masalah kita.

Mudah-mudahan Allah mencatatkan kita sebagai hamba-Nya, hamba yang mengimani-Nya, dan taslim; tunduk dan patuh kepada-Nya. Aamiinn...

Kita kadang jarang paham. Kesulitan yang hadir malah kita lewatkan begitu saja. Malah selalu kita mencari pertolongan dengan yang lain. Padahal, kesulitan yang datang, Allah lagi hadir dikehidupan kita. Kalau kita lewatkan kesulitan itu tanpa meminta pertolongan-Nya, maka lewat juga kesulitan kita ditolong Allah.

"Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus." (QS. Al-Mā'idah [5] : 12)

Allah bilang, Aku bersama kalian. Kalau Allah sudah bersama kita, siapa yang berani mengganggu?! Siapa yang berani melawan?! Siapa kemudian yang bisa bikin kita susah?! "Sesungguhnya, Aku beserta kamu..." Tapi ada syaratnya, yang pertama adalah shalat. Yang kedua, zakat.

Mungkin suka ada yang bilanh, "Ustadz, saya sudah shalat melulu nih, tapi kok kayaknya bala masih tetap datang?" Nah, coba cek, barangkali shalatnya belum benar. Maksudnya apa? Ya shalat kita, "qamu kusala", yaitu seperti shalatnya orang-orang munafik. Shalat seperti orang malas. Cuma menggugurkan kewajiban saja. Kita tidak memperhatikan sunnah-sunnahnya. Shalat itu ada qabliyah-nya dan ba'diyah-nya. Terus ada juga shalat-shalat yang lain; ada shalat Dhuha, shalat Hajat, shalat tahajud, tapi kita tidak memperhatikan.

Nomor dua, sedekahnya, bagaimana? Kalau sedekahnya "sedikit", maka kita tidak termasuk ayat di atas. Dalam artian, sedekah, tetapi tidak sepenuh hati. Sedekahlah dengan "pinjaman terbaik atau sedekah terbaik", mudah-mudahan Allah hadir di setiap kehidupan kita. Aamiinn...

Cobalah kenali Allah, agar kita mampu menempatkan Allah di atas segala-galanya. "Tak kenal maka tak sayang." Pepatah klasik tersebut masih terasa pas untuk mengukur sejauh mana kesadaran kita kepada Allah. Bagaimana mungkin kita minta perlindungan-Nya, bila kita tidak tahu dan tidak yakin akan kemampuan-Nya dalam melindungi? Bagaimana mungkin kita memanjatkan doa kepada-Nya dengan sungguh-sungguh bila kita tidak tahu dan tidak yakin bahwa Dia akan memberikan yang terbaik? Bagaimana mungkin kita mau meminta dan menggantungkan seluruh persoalan hidup, hanya kepada-Nya, jika kita tidak tahu dan tidak yakin bahwa Dia bisa membantu, tanpa perlu perantara semacam jimat, susuk, dukun, dan sebagainya yang malah menjerumuskan kita pada kemusyrikan?

"Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."

"Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan."

"Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Hasyr [59] : 22-24)

Kenali Allah, supaya kita bisa merasakan Kemahaan-Nya dalam setiap jengkal kehidupan kita. Dan dekati Dia, supaya Dia berkenan hadir dan menghadirkan kuasa-Nya. Aamiinn...

Sehebat apapun kita mencari rizki, sepintar apapun kita mengupayakan atas sesuatu hal, semuanya ada dalam genggaman-Nya. Di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu. Dia-lah Allah. Di tangan-Nya segala kehendak terjadi. Dan Dia-lah Allah, pemilik segala kejadian masa depan dan penguasa yang sebenarnya terhadap segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi; termasuk seluruh manusia, tanpa terkecuali permasalahan yang dimilikinya. Intinya, kenali Allah, dekati Allah, dan jangan lupakan Allah.

Kebanyakan manusia tidak mampu mengingat dan mengenali Allah ketika harta banyak (meskipun tidak sedikit manusia yang juga lupa Allah ketika kesusahan datang). Mengingat Allah bukan saja berarti mengingat nama-Nya saja, dan shalat. Mengingat Allah juga berarti mengingat ajaran-ajaran-Nya, dimana menyantuni anak yatim, fakir miskin, memuliakan orang tua, baik kepada tetangga adalah sebagian dari cara mengingat Allah. Semua amal saleh ini harus dilakukan sebelum ajal menjelang. Karena kalau sudah ajal menjelang, semuanya menjadi terlambar. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan manusia bila ajal sudah sampai. Mari kita berdoa kepada Allah, semoga Allah mengampuni kita punya dosa, dan mewafatkan kita dalam keadaan khusnul khotimah. Aamiinn...


"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"

"Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Munāfiqū [63] : 10-11)

Ketika kita sedang butuh-butuhnya pertolongan Allah, carilah amalan perbuatan (amal shaleh) yang membuat Allah melihat kita pantas untuk ditolong. Dan segeralah melakukannya jangan ditunda lagi. Bentuknya terserah. Intinya melakukan kebaikan. Makin besar amal shaleh yang bisa dilakukan, akan semakin besar pertolongan Allah datang. Semakin cepat sebuah amal shaleh dilakukan, semakin cepat pula doa dikabulkan.

Mintalah kepada Allah sebanyak-banyaknya, sesuai keperluan kita pada waktu-waktu mustajab, yaitu pada 1/3 malam terakhir, sesudah shalat wajib (berjamaah tepat waktu), antara adzan dan iqomat, Akhir waktu shalat ashar, dan ketika sujud. Mudah-mudahan Allah mengabulkan semua doa kita, mengampuni kesalahan-kesalahan kita, dan merahmati serta meridhoi setiap langkah kita. Aamiinn...

Jika ada yang bisa kita gapai tanpa melibatkan Allah, sesungguhnya tidak ada yang kita gapai kecuali ia semu belaka. Jika kita meraih kesuksesan tanpa mengerjakan shalat, berubah menjadi ahli maksiat dan pelit bersedekah, sesungguhnya kesuksesan itu bukanlah kesuksesan. Ia adalah cemeti azab berwujud kesuksesan. Kelak kita akan diajarkan pengalaman bahwa "kesuksesanmu adalah siksaan bagimu".

"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (QS. Al-An'am [6] : 44)

Allahumma ya Allah, sampaikanlah salam kepada kematian agar ia jangan menjemput kami ketika kami belum memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu. Selamatkanlah kami ya Rabb. Berilah kami kesuksesan abadi, dimana kesuksesan itu bakal kekal untuk selama-lamanya bagi kami (yaitu surga-Mu). Aamiinn..

Biasakan bersyukur atas apa yang Allah beri. Jangan kemudian konsen terhadap apa yang Allah belum beri, kecuali sebagai penyemangat kita untuk makin lagi beribadah kepada Allah.

Dan hebatnya, Allah selalu mengganti permintaan kita dengan apa-apa yang jauh lebih baik dari yang kita minta. Sungguhpun harusnya tidak harus bagi Allah. Sebab ibadah kita nyatanya belum sepadan dengan apa yang kita minta.

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." (QS. Al-Baqarah [2] : 245)

Dan mudah-mudahan kita bisa meningkatkan ibadah kita kepada Allah, seiring meningkatnya permintaan kita kepada Allah. Aamiin...

Rabb...
Kami serahkan diri kami kepada neraka, dengan menjalankan perbuatan ahli neraka. Kami lenyapkan kebaikan-Mu dengan menempuh jalan keburukan...

Rabb...
Betapa durhakanya diri kami yang mendurhakai-Mu dengan karunia-Mu. Kami sombong, justru dengan apa yang Engkau berikan kepada kami...

Rabb...
Jangan biarkan kami susah, meski kesusahan itu kami sendiri yang buat...

Rabb...
Jangan biarkan kami menderita, meskipun kami adalah orang-orang yang layak menderita...

Rabb...
Jangan biarkan kami hidup tanpa ampunan, tanpa maaf, dan tanpa hidayah dari-Mu... Aamiinn...

Bila Anda kemudian merasa ada yang menipu, pikirkan, mengapa Allah biarkan sang penipu bisa masuk dalam kehidupan Anda, dan kemudian menipu Anda? Seakan-akan Anda dibiarkan Allah. Bukankah Allah Maha Melindungi? Bukankah Allah Maha Menolong? Sadari kalau Anda memang salah, tidak diambil oleh si penipu itu pun, harta Anda tetap akan hilang. Pertemuan Anda dengan si penipu, hanya menjadi titik koordinat dari sebuah takdir yang sudah Anda pilih sendiri.

Bila Anda sakit, pahami dulu apa makna dari sakit yang Anda rasakan. Setelah Anda paham mengapa Anda sakit, dan paham apa pesan dari rahasia Allah menjadikan Anda sakit, insya Allah Anda akan menemukan rahasia di balik sakitnya diri Anda.

Bila Anda mempunyai hutang, entah itu akibat bisnis yang morat-marit, atau akibat satu dua hal yang lainnya, muhasabahlah dan muhasabahkan dulu diri sendiri. Jangan-jangan memang Allah sedang meng-istidrajkan Anda. Dulu ketika jaya tiada ingat Allah, tiada ingat shalat, tiada ingat zakat, tiada ingat sedekah. Sehingga kemudian Allah mencabut beragam nikmat, dan Allah gantikan dengan beragam prahara.

Semoga Allah melindungi kita, dan mengampuni semua kesalahan dan keburukan kita. Aamiinn...

Rabb...
Lisan kami mengeluh, "kami sedang susah ya Rabb..."
Lisan kami mengeluh, "kami sedang menghadapi persoalan hiduo ya Rabb..."
Dan beragam keluhan lainnya... sementara kami tahu, bahwa perlu pengorbanan yang tinggi; harta dan jiwa, bila kami ingin dijawab keluhan-keluhan kami. Tapi demi Penglihatan-Mu yang tidak ada satupun yang bisa lolos dari Penglihatan-Mu, Engkau melihat hampir tidak ada satupun amal saleh kami yang membuat Engkau bisa mempertimbangkan menolong kami, sedekah kami sedikit, shalat kami lemah, puasa kami jarang. Ya Rabb, buatlah kami pantas Engkau tolong. Buatlah kami pantas Engkau bantu, dan buatlah kami pantas Engkau ringankan penderitaan kami, Ya Rabb... Aamiinn...  (Sumber Status Facebook Ust Yusuf Mansyur)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Arsip Blog

Flash tag cloud requires

- Copyright © Newbie -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -